Kenangan,sisa-sisa dari masa lampau yang terbawa hingga masa kini.Baik atau buruk tetaplah kenangan,sesuatu yang terkenang dalam ingatan.
Lebih dari duapuluh tahun hidup maka rajutan benang kenangan saya pun terus memanjang.Karena tiap detik yang terlewat disaat yang lalu pada akhirnya akan terajut menjadi sebuah memori,sejarah dalam hidup saya.Kadang tawa bergema saat kotak memori itu terbuka dan memperlihatkan betapa konyol dan bodohnya saya pada masa silam.Namun terkadang tangis pun pecah dengan sendirinya ketika bayangan kesedihan menyinggung sisi sentimen dalam hati saya.
Sebuah gedung bercat merah dan putih yang saya lewati di pagi ini membawa saya pada sosok saya sekian tahun kebelakang,seorang gadis tomboy berusia sepuluh tahun yang berlari mengejar bola diantara segerombol anak-anak lelaki.Peluh menetes tapi tak dihiraukan,seragam putihnya yang terlihat kebesaran mulai berubah warna kecoklatan akibat sering terjatuh dan bersinggungan dengan pemain lawan.Ia bukan striker yang baik karena jarang bisa memasukan bola,ia lebih suka berada dibelakang,menjadi back yang siap menghadang penyerang-penyerang tim lawan.Tak jarang ia pulang dengan wajah cemberut karena mengalami kekalahan.Tapi baginya sepakbola tetaplah kawan baiknya,karena hanya dengan memainkannya ia akan lupa bahwa ia tak memiliki kawan perempuan jika berada dalam kelas.Ya,ia telah lama terasing,menjadi satu-satunya yang tak berteman dengan gadis lain dalam kelasnya.Mereka meninggalkannya untuk sebuah alasan yang bagi orang dewasa adalah sebuah alasan menggelikan.Disaat gadis-gadis lainnya bergerombol untuk makan di kantin,ia hanya akan sendirian dalam kelas karena tak ada yang mengajaknya.Ia dianggap ada hanya untuk dimaki didepan kelas.
Belasan tahun berlalu,mereka yang dulu memaki pun kini sama dewasanya dengan saya,dapat berpikir lebih bijak lagi.Saat berjumpa kami saling merangkul,melupakan masa-masa kekanakan yang dulu pernah kami buat bersama.
Itu salah satu kenangan saya,tak terlalu indah mungkin tapi tetaplah sebuah kenangan.Darinya saya belajar,memperbaiki diri terus untuk menjadi sosok yang lebih baik.Jika boleh jujur untuk kenangan diatas,sakit karena diasingkan pun masih ada tapi jika terus berkutat dengan sakitnya maka tak akan ada habisnya,hanya keburukan yang akan saya lihat.Kenangan itu telah terbuat sekian tahun yang lalu,tertulis dalam salah satu halaman buku hidup saya.Tugas saya bukanlah menatap terus halaman itu tapi membuka halaman untuk diisi kenangan baru.
Manusia hidup salah satunya untuk membuat kenangan,membuat pesan bagi masa depan,sekalipun itu adalah sebuah keburukan.



0 komentar:
Posting Komentar