Rss Feed

Pada suatu musim

Kamu,pria yang Tuhan ciptakan untuk menjadi pemimpin ku kelak.Dimanakah dirimu?Kita tertulis untuk bersama namun rentangan benang takdir memisahkan kita untuk sementara.Ada sekian masa dan jarak yang harus kita tempuh untuk dapat menikmati manisnya perjumpaan.Hanya meyakini bahwa segalanya akan indah pada waktunya itu yang bisa ku lakukan.

Aku merindukan saat itu,saat ketika aku akan tertunduk malu ketika pandangan mu tertuju pada ku.Aku merindukan saat itu,saat dimana dirimu meminang ku menjadi kekasih seumur hidup mu.Mengucapkan janji pada ayah ku,berikrar bahwa kamu akan membahagiakan ku.Berdua mendayung perahu kehidupan yang kita rakit bersama.Menahan hempasan angin,melawan arus yang bersiap menenggelamkan perahu sederhana kita,hingga menuju pantai yang kita idamkan dengan tetap mendayung penuh lelah bersama-sama.

Aku ingin menjadi kekasih mu tak sebatas dunia yang sekejap mata ini.Surga,menjadi rumah yang ku dambakan menjadi pelindung kita kelak.Aku ingin menjadi bidadari untuk mu,melayani mu kembali.Ya,berharap bahwa jalinan yang kita punya menjadi sebuah keabadian.Berlebihan kah keinginan ku ini?
Duhai engkau calon pendamping ku!

Aku menunggu mu.Menunggu layaknya seorang pengembara yang tersesat di dataran gurun berpasir,bagai pagi yang menanti sinar sang mentari,dan seperti Hawa yang tak sabar berjumpa dengan Adam.

Pertemuan kita.Ya,suatu hari nanti pada suatu musim di bumi ini.

0 komentar:

Posting Komentar