Rss Feed

Ketika sahabat hanyalah kata

Terbiasa saling sapa,bercerita tentang banyak hal setiap harinya.Dari teman lalu berubah menjadi sahabat,saling menyemangati dalam menjalani keseharian.Lantas semuanya retak,membuat sebuah jarak yang meski tak terlihat tapi terasa.Kata sahabat hanya sebatas kata,karena kita sama seperti saat pertama dulu kenal,penuh basa-basi dalam tiap percakapan.Renggang,dingin dalam tiap kalimat,seakan kalimat-kalimat itu hanya sebuah keterpaksaan,keharusan menyapa agar tetap dapat dipanggil sahabat.

Kita dekat tapi jauh.Pertemanan dan persahabatan itu masih ada tapi nampak semu.Saya salah,saya akui itu,karena terlalu cepatnya saya menuruti emosi hingga akhirnya mengacaukan persahabatan kita.Dan mungkin ini memang yang terbaik untuk kita,berusaha memaafkan satu sama lainnya dengan memberi jarak,karena sepertinya terlalu dekat memang tak akan baik untuk kondisi pertemanan kita yang sekarang.


Kawan,saya memang masih tetap bisa menjalani hari demi hari tanpa adanya kehadiran mu,tapi tak sama lagi,hari terasa melambat.24 jam yang biasa terlewati tanpa terasa karena asyiknya obrolan kini seakan menyiksa,detik terlalu lama berganti,hingga akhirnya saya merasa kata sahabat hanya gumaman belaka.

0 komentar:

Posting Komentar